Bertemu dengan teman (-teman) lama selalu menyenangkan. Membicarakan masa lalu, menertawakan kebodohan yang pernah terjadi, menanyakan apa yang terjadi di masa kini...pun mengenang hal-hal indah. Pembicaraan seperti ini seakan tidak pernah ada habisnya. Waktu seperti berdetak lambat dan saya pun larut dalam memori. Hal-hal menyakitkan sekalipun seakan menjadi hal bodoh tanpa arti dalam. Seringkali saya bisa mengenangnya santai. Tak perduli hati kecil saya mungkin (sekali lagi mungkin, karena saya tidak pernah mencari tahu) tetap merasa sakit, menyimpan dendam, atau malah ingin membalas.
Masa kini memang tidak mudah. Terlalu nyata dan tidak bisa diingkari. Permasalahan di kantor, keruwetan dalam rumah tangga, kelelahan hidup semuanya seakan terus mencoba, bergantian menguji. Pembicaraan akan masa lalu menjadi pelipur lara (sesaat). Membuat saya lupa diri bahwa permasalahan juga pernah ada di masa itu dan bahwa apa yang terjadi hari ini butuh disikapi dan dituntaskan.
"Inget gak dulu dia dateng ke ujian di kelas dengan seluruh badan berbau minyak Tanah?"
Hahahaha. Tawa keras memenuhi pusat jajanan yang dulu sempat terkenal di Jakarta.
"Bukan gw yang nabrak. Gw dibonceng ama kakak gw dan tiba-tiba gerobak minyak itu lewat"
Di seberang meja, seorang teman lama berkilah.
Saya menerawang teringat masa itu. Teman-teman yang kocak, guru yang ringan tangan, sampe bakso campur gurilem.
Di kesempatan lainnya di salah satu pusat perbelanjaan elite di distrik bisnis Jakarta.
"Masih inget Mas X gak??? Itu tuuuh OB yang ganteng itu."
"Mas X? Ya iyalaaaah...", saya menyahut cepat.
"Dia kan sekarang jadi model brochure di kantornya. Denger-denger udah ga jadi OB pula..."
Ck ck ck....decakan serempak terdengar sebagai jawaban.
Di waktu yang lain...hari yang berbeda...
"Gw bulan ini sidang pertama perceraian."
"Dia masih suka nanyaian elu ga...maksudnya lu pergi kemana, ama siapa"
"Ya."
"Rese!!!"
Dunia maya juga jadi media tersendiri.
"Nuju naooon???"
"Mepende si neng."
"Sami atuh."
"Karaoke yuk iraha-iraha..."
Itu YM.
Di blog, lain lagi,
"Narsis banget sih blog lu!!!"
"Masa sih". Ga percaya. Padahal foto diri semua isinya.
"Tapi tulisan lu bagus juga".
"Masa sih". Kali ini percaya. Karena memang lebih pede nulis daripada difoto (terkatagorikan: tidak fotogenik tapi banci foto).
Ya begitulah. Dari mulai menyampaikan berita terkini (update gitu..) hingga pembicaraan ga penting menjadi topik yang mengalir lancar. Tanpa harapan apa-apa. Tapi menyenangkan dan nikmat. Seperti puisi yang dikutip dari seorang teman (tapi, maaf saya adaptasi sedikit):
"Hujan diluar deras dan dingin menyergap tulang serta hati.
Segeralah berteduh. Seduh kopi dari masa lalu.
Hangat, nikmat, dan membuatmu ingin terus kembali."
Friday, September 12, 2008
Monday, September 01, 2008
Penyakit Kambuhan
Temen2 bilang saya kampungan. Sebagian lainnya bilang saya gering panon (sakit mata, red). Dua-duanya gak salah. Saya memang doyan nonton film Korea, Taiwan atau HK. Sepertinya sudah mendarah daging sejak SD. Bedanya kalau zaman SD doyannya nonton film seri silat, saat ini saya pilih drama romantis. Kalau sudah "tenggelam" dalam keasyikan nonton film seperti ini, saya bisa jadi autis di depan TV sampe subuh! Belum termasuk browsing karakter2 di film itu (100% yang cowok loh). Halah....yang begini neh penyakit kambuhan
...saya memang doyan ama wajah2 oriental. Saat yang lain lagi ribut dengan Collin Farrel, saya sibuk ama F4. Waktu temen-temen lagi sibuk ngomongin Hugh Grant, saya sibuk masang poster Bae Yong Jun di cubicle kantor. Saat orang-orang lagi ngomongin Take that atau Boyzone, saya masih setia dengan Andy Lau. Ya gitu ddeeehh... 

Eheeemmm...sekarang neh, gara2 film The First Shop of Coffee Prince saya jadi suka sama Gong Yoo. Lesung pipitnya itu looh...belum lagi kalo pake baju mantes wae hueehehehehe...body-nya oke kali yee.... Untungnya policy kantor adalah clear desk (mana mau ada audit lagi), kalau ga dijamin tragedi itu akan berulang lagi....cubicle yang penuh poster dan benda2 merchandise dari film yang saya tonton.

Buat semua yang suka terganggu karena saya suka senyum2 sendiri, nyanyi lagu2 atau puter2 soundtrack film Taiwan/Korea jam kerja..maapppp ya....
Buat Babeh dan Sha yang sudah membiarkan Bunda mabuk kepayang di depan tv sampe jam 3 pagi.... , thanks a bunch for understanding. Besok2, Nda masakin cumi dehhh
....
Monday, July 14, 2008
To all mothers...
Kira2 sebulan yang lalu, seorang teman mengirimkan cerita ini ke email kantor saya.
Saya sangat terharu...sekaligus bangga Allah mempercayakan saya menjadi seorang ibu...
To all mothers in the world...I share this story...
I Always Love You
Ketika para penolong menemukan dia, ibu ini sudah meninggal, tergencet rumahnya yang runtuh akibat gempa di China. Melalui semua reruntuhan, orang-orang dapat melihat postur tubuhnya: kedua lututnya di bawah, tubuh atasnya ke depan dengan kedua tangannya menahan tubuhnya, seperti sedang berdoa sujud ke atas langit. Tim penolong menjulurkan tangannya ke dalam melalui reruntuhan untuk memasti-kan kematiannya. Ia berteriak lagi dan ia mengetukkan bata-bata yang lepas dengan peralatannya, tak ada tanggapan dari dalam
Tim penolong bergerak menuju bangunan berikutnya yang runtuh. Namun pemimpin tim itu pasti merasakan keanehan dalam postur wanita yang telah tewas itu.. Ia berjalan kembali, memeriksa kembali dan berteriak kepada anggota timnya: 'Kembalilah, ada seorang bayi yang masih hidup di bawah ibu ini!'
Setelah mencoba dengan susah payah, mereka dengan hati-hati menyingkirkan reruntuhan di sekeliling jenazah wanita itu. Di sana terbaring di bawah tubuh wanita itu seorang bayi yang dibungkus dengan rapi, sekitar empat atau lima bulan usianya. Karena perlindungan ibunya, bayi itu tidak terluka sedikitpun. Bayi itu masih tidur ketika ia dikeluarkan. Wajah bayi yang penuh kedamaian itu sungguh menenteramkan orang-orang yang memandangnya. Dokter dipanggil untuk mengadakan pemeriksaan rutin terhadap bayi itu dan menemukan sebuah telpon seluler di bawah selimutnya. Dokter melihat layar HP itu dan terlihat sebuah pesan yang berbunyi: 'Bayiku yang tercinta, apabila engkau dapat bertahan hidup, ingatlah Aku selalu mengasihimu!' Bahkan dokter itu yang telah terbiasa melihat kehidupan dan kematian tanpa sadar menitikkan air matanya. HP itu diperlihatkan kepada orang-orang di sekitar itu dan mereka yang membacanya menangis. Betapa luar biasanya kasih seorang ibu. Di
tengah-tengah badai goncangan gempa ia tidak memikirkan dirinya lagi, bahkan mengorbankan dirinya agar bayinya selamat...
Saya sangat terharu...sekaligus bangga Allah mempercayakan saya menjadi seorang ibu...
To all mothers in the world...I share this story...
I Always Love You
Ketika para penolong menemukan dia, ibu ini sudah meninggal, tergencet rumahnya yang runtuh akibat gempa di China. Melalui semua reruntuhan, orang-orang dapat melihat postur tubuhnya: kedua lututnya di bawah, tubuh atasnya ke depan dengan kedua tangannya menahan tubuhnya, seperti sedang berdoa sujud ke atas langit. Tim penolong menjulurkan tangannya ke dalam melalui reruntuhan untuk memasti-kan kematiannya. Ia berteriak lagi dan ia mengetukkan bata-bata yang lepas dengan peralatannya, tak ada tanggapan dari dalam
Tim penolong bergerak menuju bangunan berikutnya yang runtuh. Namun pemimpin tim itu pasti merasakan keanehan dalam postur wanita yang telah tewas itu.. Ia berjalan kembali, memeriksa kembali dan berteriak kepada anggota timnya: 'Kembalilah, ada seorang bayi yang masih hidup di bawah ibu ini!'
Setelah mencoba dengan susah payah, mereka dengan hati-hati menyingkirkan reruntuhan di sekeliling jenazah wanita itu. Di sana terbaring di bawah tubuh wanita itu seorang bayi yang dibungkus dengan rapi, sekitar empat atau lima bulan usianya. Karena perlindungan ibunya, bayi itu tidak terluka sedikitpun. Bayi itu masih tidur ketika ia dikeluarkan. Wajah bayi yang penuh kedamaian itu sungguh menenteramkan orang-orang yang memandangnya. Dokter dipanggil untuk mengadakan pemeriksaan rutin terhadap bayi itu dan menemukan sebuah telpon seluler di bawah selimutnya. Dokter melihat layar HP itu dan terlihat sebuah pesan yang berbunyi: 'Bayiku yang tercinta, apabila engkau dapat bertahan hidup, ingatlah Aku selalu mengasihimu!' Bahkan dokter itu yang telah terbiasa melihat kehidupan dan kematian tanpa sadar menitikkan air matanya. HP itu diperlihatkan kepada orang-orang di sekitar itu dan mereka yang membacanya menangis. Betapa luar biasanya kasih seorang ibu. Di
tengah-tengah badai goncangan gempa ia tidak memikirkan dirinya lagi, bahkan mengorbankan dirinya agar bayinya selamat...
Sunday, June 15, 2008
Bye Tumble Tots
Sha pindah sekolah neh. Mulai 17 Juli nanti, Sha akan masuk Kiddy 2 di Kinderfield Supomo, Tebet. Awalnya sempat ragu mau pindah, mengingat Sha udah betah banget di Tumble Tots Mal Ambassador dan akbrab dengan aunties dan uncles. Setelah ngobrol2 ama babehnya Sha, menimbang ini itu...akhirnya Sha kami ikutkan trial baik di PG Tumble Tots maupun di Kinderfield.
Yang paling saya khawatirkan tentunya adalah kenyamanan Sha..karena secara biaya..11-12 lah alias ga beda terlalu jauh. Bedanya hanya saya harus bayar uang pangkal lagi di Kinderfield dan biaya tahunan (semacam uang fasilitas dan seragam). Tapi tahun depan, Sha ga perlu pindah lagi karena di Kinderfield sudah ada TK-nya. Kalau mengenai kurikulum, entah kenapa kami belum terlalu khawatir, karena toh masih PG (play group). Buat kami, tujuan utama Sha bersekolah dini adalah sosialisasi, kemandirian, dan disiplin.
Ternyata setelah ikutan trial class, Sha berulang kali tanya kapan dia bisa mulai sekolah di sana... kalau kami antar ke sekolah yang lama.
Di kesempatan lainnya, waktu saya dan Sha ke Kindefield untuk bayar uang pangkal dan nge-pas seragam...Sha tampaknya ga sudi seragam barunya harus dicopot lagi.
"Punyaku ini....", katanya sambil memegang celana seragam berwarna biru langit.
Saat beberapa anak line-up dari discovery room menuju class room, Sha lalu bertanya, "Nda...kok aku ga boleh ikut....???"
"Sha baru mulai sekolah bulan depan yaaa, kalau itu kakak-kakak yang udah mulai masuk Kiddy 2 dari tahun kemarin", jawab saya.
Wajah Sha masih bingung.
Yaaa...masa Bunda mesti bilang kalau...judulnya belum bayar, nak... ;p
Mengenang kebaikan aunties dan uncles TT Mal Ambassador yang baik hati, sabar, dan sayang sama Sha..ini sedikit foto yang saya punya dari beberapa outdoor activities:
1.visit book store


2.Junior Pizza maker


Yang paling saya khawatirkan tentunya adalah kenyamanan Sha..karena secara biaya..11-12 lah alias ga beda terlalu jauh. Bedanya hanya saya harus bayar uang pangkal lagi di Kinderfield dan biaya tahunan (semacam uang fasilitas dan seragam). Tapi tahun depan, Sha ga perlu pindah lagi karena di Kinderfield sudah ada TK-nya. Kalau mengenai kurikulum, entah kenapa kami belum terlalu khawatir, karena toh masih PG (play group). Buat kami, tujuan utama Sha bersekolah dini adalah sosialisasi, kemandirian, dan disiplin.
Ternyata setelah ikutan trial class, Sha berulang kali tanya kapan dia bisa mulai sekolah di sana... kalau kami antar ke sekolah yang lama.
Di kesempatan lainnya, waktu saya dan Sha ke Kindefield untuk bayar uang pangkal dan nge-pas seragam...Sha tampaknya ga sudi seragam barunya harus dicopot lagi.
"Punyaku ini....", katanya sambil memegang celana seragam berwarna biru langit.
Saat beberapa anak line-up dari discovery room menuju class room, Sha lalu bertanya, "Nda...kok aku ga boleh ikut....???"
"Sha baru mulai sekolah bulan depan yaaa, kalau itu kakak-kakak yang udah mulai masuk Kiddy 2 dari tahun kemarin", jawab saya.
Wajah Sha masih bingung.
Yaaa...masa Bunda mesti bilang kalau...judulnya belum bayar, nak... ;p
Mengenang kebaikan aunties dan uncles TT Mal Ambassador yang baik hati, sabar, dan sayang sama Sha..ini sedikit foto yang saya punya dari beberapa outdoor activities:
1.visit book store
Thursday, June 05, 2008
A bid farewell to Grace
I received phone call from Grace yesterday.
"I got the job!! I will submit my resignation letter tomorrow"
Ougghh.
I was speechless at my end not because I was not happy for her.
Our line manager was right in front of me.
And I guess, I was thinking of my own future...
I am gonna miss you, Grace.
You're definitely one of my limited best friends here.
Thank you for your support and...of course guidance throughout our fun, hard, and even most difficult situation.
Goodbye is a part of life..With a farewell there is another helo awaits..
I wish you a good luck in your career and life.
"I got the job!! I will submit my resignation letter tomorrow"
Ougghh.
I was speechless at my end not because I was not happy for her.
Our line manager was right in front of me.
And I guess, I was thinking of my own future...
I am gonna miss you, Grace.
You're definitely one of my limited best friends here.
Thank you for your support and...of course guidance throughout our fun, hard, and even most difficult situation.
Goodbye is a part of life..With a farewell there is another helo awaits..
I wish you a good luck in your career and life.
Monday, June 02, 2008
Aku ga suka.....
Sejak sekitar 2 bulan lalu, kosakata Sha makin banyak. Walaupun belum jelas benar, tapi buat kita2 yang serumah dengannya...lumayanlah bisa dimengerti.
Nah...dengan kosakata yang banyak ini..sekarang Sha mulai bisa menjawab ajakan lebih dari sekedar anggukan atau rengekan atau malah tangisan (kalo dia merasa ga mau/ga cocok).
Pada suatu siang...
"Sha, keluar yuk, temenin Mia (nick name Eyang Putri Sha) yuk beli pulsa".
Mia langsung menggaet tangan Sha.
Sha menepis.
"Aku ga mau. Panas. Aku di kamar aja."
Sha lalu ngeloyor masuk kamar yang dingin karena pake AC.
Tinggal Mia yang terbengong2. Emang enak ditolak mentah2?
Di hari yang lain. Sha mandi dengan Bunda.
Bunda mengambil gayung (bukan shower ;p) dan menyiramkan ke badan Sha yang montok.
Sha mundur. Dia mengambil gayung sendiri.
Tapi karena berat, Sha hanya berhasil mengguyur bagian tubuh dari perut ke bawah.
"Sha, not only your tummy. Your face, neck, chest, and back as well".
Ceritanya bunda mulai ga sabar.
Lalu Bunda menyiramkan lagi air ke punggung Sha, beberapa kali sekaligus.
"Aku ga suka..Aku ga suka...Aku ga suka..."
Sha meronta2. Bunda terperanjat.
"Aku ga suka. Aku bisa mandi sendiri..."
Oh...
Petang tadi.
"Sha cepet dong siap-siap. Kita mau ke Giant."
Sha kelihatan gak antusias.
"Kita mau beli buah nih."
Sha tetep cuek. Dagunya ditopang kedua tanganya yang gemuk di pinggir tempat tidur.
"Ada susu kok di sana. Permen juga ada." Bunda mancing banget seeeh...
Sekonyong2...."Aku ga sukaaa giant! Aku maunya Indomaret..."
Maaf....Rupanya top of mind supermarket Sha adalah Indomaret. Soalnya kalo bunda ngantor, Mia suka ngajak Sha beli susu atau cup a cup di sini.... Jadi ga perlu sebut giant,carrefour,hypermart, atau apapun.....pokoknya Sha ga bisa ke lain hati ;p
Nah...dengan kosakata yang banyak ini..sekarang Sha mulai bisa menjawab ajakan lebih dari sekedar anggukan atau rengekan atau malah tangisan (kalo dia merasa ga mau/ga cocok).
Pada suatu siang...
"Sha, keluar yuk, temenin Mia (nick name Eyang Putri Sha) yuk beli pulsa".
Mia langsung menggaet tangan Sha.
Sha menepis.
"Aku ga mau. Panas. Aku di kamar aja."
Sha lalu ngeloyor masuk kamar yang dingin karena pake AC.
Tinggal Mia yang terbengong2. Emang enak ditolak mentah2?
Di hari yang lain. Sha mandi dengan Bunda.
Bunda mengambil gayung (bukan shower ;p) dan menyiramkan ke badan Sha yang montok.
Sha mundur. Dia mengambil gayung sendiri.
Tapi karena berat, Sha hanya berhasil mengguyur bagian tubuh dari perut ke bawah.
"Sha, not only your tummy. Your face, neck, chest, and back as well".
Ceritanya bunda mulai ga sabar.
Lalu Bunda menyiramkan lagi air ke punggung Sha, beberapa kali sekaligus.
"Aku ga suka..Aku ga suka...Aku ga suka..."
Sha meronta2. Bunda terperanjat.
"Aku ga suka. Aku bisa mandi sendiri..."
Oh...
Petang tadi.
"Sha cepet dong siap-siap. Kita mau ke Giant."
Sha kelihatan gak antusias.
"Kita mau beli buah nih."
Sha tetep cuek. Dagunya ditopang kedua tanganya yang gemuk di pinggir tempat tidur.
"Ada susu kok di sana. Permen juga ada." Bunda mancing banget seeeh...
Sekonyong2...."Aku ga sukaaa giant! Aku maunya Indomaret..."
Maaf....Rupanya top of mind supermarket Sha adalah Indomaret. Soalnya kalo bunda ngantor, Mia suka ngajak Sha beli susu atau cup a cup di sini.... Jadi ga perlu sebut giant,carrefour,hypermart, atau apapun.....pokoknya Sha ga bisa ke lain hati ;p
Tuesday, March 25, 2008
Casting gitu looo...

Pada suatu pagi di Bandung, kakak ipar saya telpon.
"Han, Sha mau ikut casting ga?"
Duh. Sha susah diatur. Gimana mau diajak casting.
"Gak punya foto, euy. Lagian Sha susah kalau diajak sesuatu diantara orang yang belum kenal. Pasti dia semaunya sendiri"
"Iseng-iseng deh. Hitung-hitung nemenin Rafly"
Rafly adalah anak kakak saya, sekaligus cucu orang tua saya yang tertua. Umurnya 6 tahun.
"Ok deh."
Singkat cerita, kami berangkat ke rumah teman kakak ipar saya. Dia ini yang kabarnya berelasi dekat dengan penyelenggara casting. Castingnya sendiri baru secara official diselenggarakan keesokan harinya di sebuah hotel berbintang.
"Ibu-ibu, jadi saya adalah talent management. Saya ke Bandung untuk mencari talent-ta;ent baru yang nantinya akan saya tawarkan ke berbagai production house. "
Saya, kakak ipar saya (yang bawa 2 anaknya) plus kakak dari kakak ipar saya (yang datang lengkap dengan 2 anak jauh-jauh dari Cimohai) manggut-manggut.
Mungkin dalam kepala masing-masing...sedang berkhayal anaknya jadi bintang sinetron :)
"Biaya administrasinya 100 ribu", tambah si mbak dengan senyum manis.
Tidak ada yang berkomentar. Dalam hati, saya bergumam, gak apalah uang segitu...toh akan dibayarkan setelah lulus casting. Talent management toh butuh dana untuk membuat profil talent kelihatan manis dipandang PH.
Casting dimulai.
"Nama Rafly. Umur enam tahun. Kelas 1 SD." Jari telunjuknya ada di dalam mulut saat ia berbicara. Matanya melirik ke kanan dan ke kiri. Grogi.
"Kalau adiknya....namanya siapa? Lucu banget yaaa". Tangan salah satu penyelenggara mencolek pipi Syalwa (adik Rafly yang sedang tertidur di pangkuan kakak ipar saya.
"Ya udah yang lain aja deh. Sasha sini dooongg...Tante ama Oom mau ngajak main.."
"Ga maaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuu..." Sha berteriak sambil berlarian di atas dek di halaman yang luas. Muter-muter persis kayak obat nyamuk. Saya cuma bisa nyengir.
"Coba Zahra aja deh"
Anak kakak dari kakak ipar saya ini sangat pede. Tapi entah kenapa siang itu dia mati gaya.
"Nama...Zahra..." Suaranya yang serak seperti Atiek CB tiba-tiba hilang. Keberaniannya lenyap.
"Makasih ya...Zahra, sekarang coba Daffa..."
Daffa adalah adik bungsu Zahra.
Daffa lantas menyanyikan lagu "Munajat cinta" dengan lancar walaupun artikulasinya belum jelas.
Semua bertepuk tangan.
Alhamdulillah akhirnya ada yang bentes juga di casting.
"Ibu-ibu, terima kasih ya."
"Formulirnya udah diisi khaaan?"
"Udaaaah" Serempak menjawab seperti di Cerdas Cermat."
"Biaya wawancaranya per anak seratus ribu rupiah yaaaa"
Mendadak saya, kakak ipar saya dan kakaknya terdiam.
Kakak Ipar saya menerima kwitansi dua ratus ribu rupiah..padahal Syalwa boro-boro diwawancara...dia kan lagi tidur. Kakaknya juga sama.
Sedangkan saya harus bayar seratus ribu untuk satu pertanyaan yang dijawab Sha dengan ketus, "Ga mauuuuuuuuuuuuuuuu..." Glek!!! Jadi biayanya bukan setelah lulus cating..., tapi sekedar untuk wawancara hungkul.
Di dalam mobil menuju rumah. Kakak ipar saya tersenyum menatap Syalwa, "Dek, kamu bobo mahal amat siihhh. Bobo aja bayar seratus ribu".
Kakak dari kakak ipar saya reaksinya lain lagi.
"Zahra, awas yaaa....kalau kamu gak lulus casting! Udah bayar mahal, pake ga bisa gaya lagi. Malu-maluin aja". Matanya melotot menatap Zahra yang acuh tak acuh menatap layar TV di mobil.
Hihihihi
Thursday, February 21, 2008
Saya sudah kembali....

Sempet bengong dulu di homepage blogspot saat saya mau log on tadi. Saking lamanya ga nyentuh blog...lupa password...lupa juga caranya posting. Bahkan saat mau buka blog saya yang di multiply, lebih dari 3 kali saya salah masukin ID dan password. Cape deeeeh...
Saya cuma mau cerita, everything is fine.life goes on well. Ga selalu mulus, tapi alhamdulillah berjalan dengan lancar. Saya, Babeh dan Sha juga baru aja pulang liburan dari Bangka. Itinerary-nya banyak acara keluarga. Selebihnya, mudah ditebak: pantai, duren, otak-otak,dan kerang. Hmmmm.....
Babeh ulang tahun kemarin. Saya sedih juga ga bisa kasih sesuatu. Yaaa...maksudnya kalopun ga ngasih kado, buatin makanan kek...atau kita bertiga makan bareng kek (biarpun cuma di rumah aja...) Ini blassss ga ada apa2. Biar Babeh ga sedih sendirian di Bandung...(ulang tahun tanpa 2 bidadarinya hehe), saya mau nyanyi lagu ini buat Babeh..diiringi Sha dengan gitar plastiknya dan microphone made in China-nya ;p....
Saya cuma mau cerita, everything is fine.life goes on well. Ga selalu mulus, tapi alhamdulillah berjalan dengan lancar. Saya, Babeh dan Sha juga baru aja pulang liburan dari Bangka. Itinerary-nya banyak acara keluarga. Selebihnya, mudah ditebak: pantai, duren, otak-otak,dan kerang. Hmmmm.....
Babeh ulang tahun kemarin. Saya sedih juga ga bisa kasih sesuatu. Yaaa...maksudnya kalopun ga ngasih kado, buatin makanan kek...atau kita bertiga makan bareng kek (biarpun cuma di rumah aja...) Ini blassss ga ada apa2. Biar Babeh ga sedih sendirian di Bandung...(ulang tahun tanpa 2 bidadarinya hehe), saya mau nyanyi lagu ini buat Babeh..diiringi Sha dengan gitar plastiknya dan microphone made in China-nya ;p....
Letto - Sebelum Cahaya
Ku teringat hati
Yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta
Perjalanan sunyi
Engkau tempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta
Ingatkan engkau kepada
Embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada
Angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta
Kekuatan hati yang berpegang janji
Genggamlah tanganku cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
Temani hatimu cinta
Ingatkan engkau kepada
Embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada
Angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta
Ku teringat hati
Yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta
Perjalanan sunyi
Engkau tempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta
Ingatkan engkau kepada
Embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada
Angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta
Ingatkan engkau kepada
Embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada
Angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta
Kan membelaimu cinta
Subscribe to:
Posts (Atom)



