Showing posts with label Sha. Show all posts
Showing posts with label Sha. Show all posts

Sunday, June 15, 2008

Bye Tumble Tots

Sha pindah sekolah neh. Mulai 17 Juli nanti, Sha akan masuk Kiddy 2 di Kinderfield Supomo, Tebet. Awalnya sempat ragu mau pindah, mengingat Sha udah betah banget di Tumble Tots Mal Ambassador dan akbrab dengan aunties dan uncles. Setelah ngobrol2 ama babehnya Sha, menimbang ini itu...akhirnya Sha kami ikutkan trial baik di PG Tumble Tots maupun di Kinderfield.

Yang paling saya khawatirkan tentunya adalah kenyamanan Sha..karena secara biaya..11-12 lah alias ga beda terlalu jauh. Bedanya hanya saya harus bayar uang pangkal lagi di Kinderfield dan biaya tahunan (semacam uang fasilitas dan seragam). Tapi tahun depan, Sha ga perlu pindah lagi karena di Kinderfield sudah ada TK-nya. Kalau mengenai kurikulum, entah kenapa kami belum terlalu khawatir, karena toh masih PG (play group). Buat kami, tujuan utama Sha bersekolah dini adalah sosialisasi, kemandirian, dan disiplin.
Ternyata setelah ikutan trial class, Sha berulang kali tanya kapan dia bisa mulai sekolah di sana... kalau kami antar ke sekolah yang lama.

Di kesempatan lainnya, waktu saya dan Sha ke Kindefield untuk bayar uang pangkal dan nge-pas seragam...Sha tampaknya ga sudi seragam barunya harus dicopot lagi.
"Punyaku ini....", katanya sambil memegang celana seragam berwarna biru langit.
Saat beberapa anak line-up dari discovery room menuju class room, Sha lalu bertanya, "Nda...kok aku ga boleh ikut....???"
"Sha baru mulai sekolah bulan depan yaaa, kalau itu kakak-kakak yang udah mulai masuk Kiddy 2 dari tahun kemarin", jawab saya.
Wajah Sha masih bingung.
Yaaa...masa Bunda mesti bilang kalau...judulnya belum bayar, nak... ;p

Mengenang kebaikan aunties dan uncles TT Mal Ambassador yang baik hati, sabar, dan sayang sama Sha..ini sedikit foto yang saya punya dari beberapa outdoor activities:

1.visit book store

2.Junior Pizza maker

Monday, June 02, 2008

Aku ga suka.....

Sejak sekitar 2 bulan lalu, kosakata Sha makin banyak. Walaupun belum jelas benar, tapi buat kita2 yang serumah dengannya...lumayanlah bisa dimengerti.

Nah...dengan kosakata yang banyak ini..sekarang Sha mulai bisa menjawab ajakan lebih dari sekedar anggukan atau rengekan atau malah tangisan (kalo dia merasa ga mau/ga cocok).

Pada suatu siang...
"Sha, keluar yuk, temenin Mia (nick name Eyang Putri Sha) yuk beli pulsa".
Mia langsung menggaet tangan Sha.
Sha menepis.
"Aku ga mau. Panas. Aku di kamar aja."
Sha lalu ngeloyor masuk kamar yang dingin karena pake AC.
Tinggal Mia yang terbengong2. Emang enak ditolak mentah2?

Di hari yang lain. Sha mandi dengan Bunda.
Bunda mengambil gayung (bukan shower ;p) dan menyiramkan ke badan Sha yang montok.
Sha mundur. Dia mengambil gayung sendiri.
Tapi karena berat, Sha hanya berhasil mengguyur bagian tubuh dari perut ke bawah.
"Sha, not only your tummy. Your face, neck, chest, and back as well".
Ceritanya bunda mulai ga sabar.
Lalu Bunda menyiramkan lagi air ke punggung Sha, beberapa kali sekaligus.
"Aku ga suka..Aku ga suka...Aku ga suka..."
Sha meronta2. Bunda terperanjat.
"Aku ga suka. Aku bisa mandi sendiri..."
Oh...

Petang tadi.
"Sha cepet dong siap-siap. Kita mau ke Giant."
Sha kelihatan gak antusias.
"Kita mau beli buah nih."
Sha tetep cuek. Dagunya ditopang kedua tanganya yang gemuk di pinggir tempat tidur.
"Ada susu kok di sana. Permen juga ada." Bunda mancing banget seeeh...
Sekonyong2...."Aku ga sukaaa giant! Aku maunya Indomaret..."
Maaf....Rupanya top of mind supermarket Sha adalah Indomaret. Soalnya kalo bunda ngantor, Mia suka ngajak Sha beli susu atau cup a cup di sini.... Jadi ga perlu sebut giant,carrefour,hypermart, atau apapun.....pokoknya Sha ga bisa ke lain hati ;p



Tuesday, March 25, 2008

Casting gitu looo...


Pada suatu pagi di Bandung, kakak ipar saya telpon.

"Han, Sha mau ikut casting ga?"

Duh. Sha susah diatur. Gimana mau diajak casting.

"Gak punya foto, euy. Lagian Sha susah kalau diajak sesuatu diantara orang yang belum kenal. Pasti dia semaunya sendiri"

"Iseng-iseng deh. Hitung-hitung nemenin Rafly"

Rafly adalah anak kakak saya, sekaligus cucu orang tua saya yang tertua. Umurnya 6 tahun.

"Ok deh."


Singkat cerita, kami berangkat ke rumah teman kakak ipar saya. Dia ini yang kabarnya berelasi dekat dengan penyelenggara casting. Castingnya sendiri baru secara official diselenggarakan keesokan harinya di sebuah hotel berbintang.

"Ibu-ibu, jadi saya adalah talent management. Saya ke Bandung untuk mencari talent-ta;ent baru yang nantinya akan saya tawarkan ke berbagai production house. "

Saya, kakak ipar saya (yang bawa 2 anaknya) plus kakak dari kakak ipar saya (yang datang lengkap dengan 2 anak jauh-jauh dari Cimohai) manggut-manggut.

Mungkin dalam kepala masing-masing...sedang berkhayal anaknya jadi bintang sinetron :)

"Biaya administrasinya 100 ribu", tambah si mbak dengan senyum manis.
Tidak ada yang berkomentar. Dalam hati, saya bergumam, gak apalah uang segitu...toh akan dibayarkan setelah lulus casting. Talent management toh butuh dana untuk membuat profil talent kelihatan manis dipandang PH.
Casting dimulai.
"Nama Rafly. Umur enam tahun. Kelas 1 SD." Jari telunjuknya ada di dalam mulut saat ia berbicara. Matanya melirik ke kanan dan ke kiri. Grogi.
"Kalau adiknya....namanya siapa? Lucu banget yaaa". Tangan salah satu penyelenggara mencolek pipi Syalwa (adik Rafly yang sedang tertidur di pangkuan kakak ipar saya.
"Ya udah yang lain aja deh. Sasha sini dooongg...Tante ama Oom mau ngajak main.."
"Ga maaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuu..." Sha berteriak sambil berlarian di atas dek di halaman yang luas. Muter-muter persis kayak obat nyamuk. Saya cuma bisa nyengir.
"Coba Zahra aja deh"
Anak kakak dari kakak ipar saya ini sangat pede. Tapi entah kenapa siang itu dia mati gaya.
"Nama...Zahra..." Suaranya yang serak seperti Atiek CB tiba-tiba hilang. Keberaniannya lenyap.
"Makasih ya...Zahra, sekarang coba Daffa..."
Daffa adalah adik bungsu Zahra.
Daffa lantas menyanyikan lagu "Munajat cinta" dengan lancar walaupun artikulasinya belum jelas.
Semua bertepuk tangan.
Alhamdulillah akhirnya ada yang bentes juga di casting.
"Ibu-ibu, terima kasih ya."
"Formulirnya udah diisi khaaan?"
"Udaaaah" Serempak menjawab seperti di Cerdas Cermat."
"Biaya wawancaranya per anak seratus ribu rupiah yaaaa"
Mendadak saya, kakak ipar saya dan kakaknya terdiam.
Kakak Ipar saya menerima kwitansi dua ratus ribu rupiah..padahal Syalwa boro-boro diwawancara...dia kan lagi tidur. Kakaknya juga sama.
Sedangkan saya harus bayar seratus ribu untuk satu pertanyaan yang dijawab Sha dengan ketus, "Ga mauuuuuuuuuuuuuuuu..." Glek!!! Jadi biayanya bukan setelah lulus cating..., tapi sekedar untuk wawancara hungkul.
Di dalam mobil menuju rumah. Kakak ipar saya tersenyum menatap Syalwa, "Dek, kamu bobo mahal amat siihhh. Bobo aja bayar seratus ribu".
Kakak dari kakak ipar saya reaksinya lain lagi.
"Zahra, awas yaaa....kalau kamu gak lulus casting! Udah bayar mahal, pake ga bisa gaya lagi. Malu-maluin aja". Matanya melotot menatap Zahra yang acuh tak acuh menatap layar TV di mobil.
Hihihihi

Monday, August 20, 2007

Nda....Dentyyyysss..




Sudah lama saya ingin memperkenalkan Sha dengan "konsep perawatan gigi". Saya gak mau keduluan giginya ada yang rusak, baru kemudian ke dokter gigi. Tapi saya bener2 gak tau harus kemana dan bagaimana.
Awal Juli lalu, doa saya terjawab. Tumble Tots Mall Ambassador mengadakan Visit to Dentist, bekerja sama dengan Family Dental. FREE!!!! Hehehe, ini point penting bagi Bunda ;p
Saat pertama datang, kami (Mommy and toddler), diberi penjelasan kilat mengenai cara menyikat gigi yang baik oleh asisten perawat. Kami duduk dengan manis di karpet ruang tunggu. Ruang tunggu klinik Family Dental sangat nyaman. Banyak tersedia beragam majalah, tontonan, dan juga mainan. Semuanya lengkap sesuai minat seluruh anggota keluarga. Ruang periksa pun penuh dengan aksesoris anak dan karakter2 kartun. Gak heranlah, namanya juga Family Dental.
Saat pemeriksaan gigi, Sha terkesiap melihat temannya menangis. Sha lalu gak mau diminta untuk membuka mulutnya. Akhirnya, setelah dokter ke-3 baru berhasil ;) Itu pun karena si dokter telaten mengajaknya bermain saat Sha sedang di ruang tunggu dan bermain2. Sehingga Sha gak merasa sedang diobservasi. Thanks, doc!
Insya Allah Sha akan kembali lagi untuk dilapisi topikal fluor saat giginya sudah lengkap. Sekarang Sha gak takut lagi ke dokter gigi. Dua minggu berturut2 saat ia menemani saya kontrol ke dokter gigi saya, Sha mau disikat dengan sikat gigi mesin milik dokter gigi. Kata Sha, "Nda...dentyyyyyyyyyyss (dengan posisi bibir offside 3 cm), mau...mau...."

Friday, July 13, 2007

She's going 2 in 2 weeks!


Yay... My Sha is turning 2 by 29 July 2007. Time flies as I often feel that I just gave birth yesterday.


Being a working Mom is not easy. I always fear that I loose sooo many moments of her golden years. ..well, every minute of her life is always as shining as a gold to me :). Again, I am questioning myself how the hell the clock ticks so fast as I think she just gave me her first smile. Subhanallah....


Today my little Sha can eat on her own, sitting on the table---using her own tiny spoon and drinking from her tiny sponge bob glass. She has became more into reading. She has left her board book and started to fond of BOBO. She can let me go to work every morning without screaming or crying....she shakes my hand, said "kum" for assalamualaikum and wave goodbye.


Am sorry for cancelling your birthday party at LITTLE FARMER, darling. I promise that you will still have a small and nice birthday party at school.