
Sebentar lagi Sha genap 10 bulan. Selain giginya yang sudah 3 buah, Sha juga sudah mulai belajar berdiri-berbicara, mulai mengenal wajah, mulai memiliki kemampuan bersosialisasi dan mengenal binatang. Terinspirasi dari "kehebohan" Sha melihat anak ayam saat di rumah Oom di Banjaran baru2 ini, saya berinisiatif melakukan family day ke Bonbin Bandung hehehe. Boleh deh komen apa aja tentang ide ini. Saya juga sebenernya ga terlalu happy untuk ke Bonbin Bandung. Kondisinya yang kurang terawat, binatangnya yang terlihat "layu" memang bikin males. Zaman belum punya anak, saya dan Feming malesnya berjuta kali kalau harus ke sini. Tapi bagaimanapun mengajarkan anak akan dunia luar rumah (selain mall dan rumah eyang!) serta mengajarkan anak untuk mencintai binatang harus dimulai sejak dini.

Jangan coba2 bandingin bonbin Bandung ama bonbin di luar negeri!!! Nanti bisa bete. Kami siyy cukup mengelus dada melihat penunjuk lokasi yang tidak jelas.... Jadi inisitippppp aja nyari sendiri, sugan panggih :p Ya untungnya Sha masih kecil, jadi kami memilih binatang2 besar seperti gajah, unta, jerapah untuk dilihat. Selain itu juga kami mengunjungi kandang2 beberapa binatang yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti ayam dan burung (sambil berdoa dalam hati semoga kami sekelurga sehat dan dijauhkan dari virus flu burung hiiiii amit2). So far, Sha cukup senang dan tertarik dengan gajah dan unta. Dia paling antusias saat si gajah (tua) itu mengulurkan belalainya. Saat kami sudah menjauh dari kandang gajah pun, Sha masih menunjuk2 ke arah kandang gajah tersebut. Buat saya sendiri, saya sangat terkesan dengan ayam jambul hehe. Menurut saya siyyy, jambulnya itu mirip rambut ala mohawk anak2 punk.... sedangkan Erwin (adik saya yang kebetulan ikut) punya opini lain. Katanya siyyy, ayam jambul itu mirip James Brown!

O,ya di bonbin ini banyak juga arena bermain (seperti mobil2an dan kereta api-kereta apian). Hal ini membuat kami sempat mengerutkan kening....bukan apa2 siy tapi rasanya tujuan ke bonbin jadi bias. Anak2 usia batita ke atas jadi sibuk bermain, sehingga mungkin saja melupakan esensi dari kunjungan ke bonbin itu sendiri. Apalagi arena2 tersebut tidak tematik atau memiliki relevansi dengan binatang dan konservasi. jadi, kalau Sha sudah lebih besar, rasanya harus dipertimbangkan lagi bagaimana bijaknya mengajak dia kemari. Taela...serius banget ya ogut. Ya beginilah...si IRT tea geuning. Makin banyak waktu di rumah, mencoba mencari tahu prilaku anak dan mencari pengetahuan tentang anak dan psikologinya. Orang tua mana siyyy yang gak pengen memberi anaknya yang terbaik?











