Setelah ulang tahun pernikahan kami dan menjelang ulang tahun Feming,suami saya, saya jadi ingin berbagi sedikit tentang Feming yang saya kenal.
Kesan Pertama

All of my life, saya mungkin ga pernah kebayang akan menikah dengan Feming. Jangan lantas ini diartikan Feming sebagai sosok yang buruk, melainkan karena perbedaan di antara kami. Kalau saya kilas balik ke masa saat saya dan Feming pertama kali bertemu, jelas sekali bahwa saya dan Feming berada di dua kutub yang berlawanan. Feming dengan kehidupan PUNKnya dan saya dengan hedonisme anak gaul (yang ceritanya penyiar radio tealah ;p). Bukannya anak punk engga gaya, tapi mereka punya "gaya dan pola hidup" sendiri yang saya ga pahami.

Saat pertama kali ketemu sama Feming....ihhh syereeemmm. Serius! Dia botak, gede, diem, dan hmmmmm jauh dari rapi hihihi. Well, I guess the words " don't judge the book by its cover" is really true. Ternyata, Feming mahluk (berperasaan) halus hihiihi. Ga tau maksudnya JP atau emang tulus, saat kita nginep rame2 di rumah temen dan tengah malem saya kelaparan, dia dengan manisnya ngedadarin telor buat saya ;D Sampai sekarang siyy sebenernya saya masih curiga telornya itu ada peletnya huahahaha *justajokedarling*.
Masa Pacaran
Jarak Bandung-Jakarta ga pernah jadi penghalang buat Feming ngunjungin saya. Pernah suatu saat, (katanya) dia lagi ga punya uang banget, tapi mau ke Jakarta. Hiksss akhirnya dia merelakan jam swatch kesayangannya di lego buat ongkos. Itulah Feming. Kadang terlihat cuek dan bener2 ga peduli, tapi di saat yang lain dia bisa menunjukkan pengorbanan yang berlebih.

Saat awal pacaran, seperti sebagian anak punk (saya ga tau alasannya apa)Feming adalah vegetarian. Ini ngebuat saya risih dan kesal. Karena kalo kita makan bareng, entah di resto ataupun di warteg jadi buat susah. Lama kelamaan, Feming mulai kembali mengkonsumsi daging. Malah dia ketularan keluarga saya menjadi penggemar coto Makassar. Duh! (Saya ga berani nanya alasan apa sebenernya yang bikin dia kembali mengonsumsi daging. Apa karena memang rindu makan daging atau karena saya suka ngomel2....)Tapi hal di atas hanya hal2 ringan yang menunjukkan adaptasi Feming kepada hidup saya. Banyak hal lain, yang menggagetkan saya, bagaimana dia bisa berubah menyesuaikan diri tanpa saya harus meminta apalagi memaksa. Feming dengan cepat menyelesaikan kuliahnya.... Feming kembali shalat dan mengaji.... So, Amazing... Feming juga ternyata dalam diamnya memahami perasaan dan harapan saya. Terus terang, dari banyak cowok yang saya kenal, saya belum pernah ketemu dengan cowok sesensitif ini.
Let's get married!
Saya tidak pernah tahu, hingga saya menikah, betapa sedihnya Feming saat harus bekerja di Bangka. Saya yang sangat tidak sensitif menganggap ini sebagai suatu keputusan politis saja, karena dia memutuskan memulai karirnya. I thought it was only the probs of now or never. But, it's beyond that.
Feming dengan posisinya di Bangka, sempat membuat saya kehilangan banyak hal. Teman bicara, teman berbagi, pacar yang melindungi, dan banyak hal baik lainnya. Dia sendiri, menurut saya, agak sedikit mudah tersinggung saat itu. Sering kali hanya karena misscommunication, seperti saat baca sms yang tidak tuntas atau salah memahami isi SMS. This time was so hard. It took my Feming away.
Saat kita ketemu lagi (kopi darat hehehe), banyak yang Feming sampaikan, begitu juga dengan niatnya untuk lebih serius dengan hubungan kami. Dia juga (dengan gayanya yang suka petentengan ;p) datang ke rumah malam itu, bicara dengan papa dan mama saya. Feming yang suka cengos dalam lingkungan pertemanannya, sebenarnya orang yang sangat serius dengan perasaannya....
Our New Life

Feming dan saya punya opini yang sama. Bahwa kemesraan saat pacaran harus terus dibawa dalam pernikahan. Maka disinilah kami, membuka lembaran hidup, membangun masa depan. Bekerja, bermain, nongkrong, nonton bioskop, pulang malem, ngedugem, travelling, olah raga, menjadi agenda kami dalam hidup sehar-hari dalam lokasi yang berbeda.
Resume
Setiap manusia ga ada yang sempurna. Begitu juga Feming. Sedikit tentang kebaikannya sudah saya bagi untuk mendeskripsikan siapa Feming. Banyak hal lain yang tidak bisa diceritakan, hanya bisa disikapi.
Love you much, miss you more...,hubby!