Wednesday, October 11, 2006

Oh Sasha....

Hari ini umur Sha 15 bulan 13 hari. Jalannya sudah lancar banget...bahkan tidak bisa dihentikan lagi. Maksudnya, "tidak terkendali. "Ucul" kata orang Jawa. Sha jalan atau bahkan lari ke mana dia suka atau saat dia melihat "target" yang harus dicapai.

A perfect house was only in a past. Sekarang di meja kabinet TV gak ada lagi kumpulan frame-frame foto yang manis. Di meja ruang TV juga tidak ada lagi taplak. Semuanya menyingkir. Itu belum ditambah lagi dengan balon yang bertebaran di mana-mana; kamar tidur, carport, atau ruang TV. Jangan heran kalau menemukan buku-buku "pelajaran" sha tergeletak di dapur pas di depan lemari makan. Ini lemari favoritnya. Dia tahu bahwa di dalamnya ada roti, ada ayam goreng, ada sayur sop, dll....makanya tiap pagi habis pipis Sha langsung absen ke depan pintu lemari makan ini. Berdiri dengan tanpa (maaf) celana sambil ngomong, "maem....".

Balon memang mainan favoritnya. Entah karena dia tahu saya jarang membelikan mainan (termasuk balon) atau memang suka banget sama balon, kalau ada balon gratisan, baik dari supermarket, dari resto, atau dari promosi produk, Sha suka tereak-tereak...bikin emaknya malu setengah mati. Dan ga cukup satu pula! Mintanya paling gak dua..... ;(

Imitator

Satu lagi kebiasaan baru Sha adalah meniru tingkah laku orang-orang disekitarnya. Kalau pembantu harian kami dateng, sha pasti ikut sibuk. Ikut nyapu... (untungnya sapu ada dua) ngelap-ngelap,dll. kadang kita nyapu debu ke arah pintu keluar, dia tackle (seperti maen hockey) dan malah di arahkan ke dalam rumah...;p Untuk masalah lap mengelap, Sha biasanya ngelap2 lemari bajunya.... Yang jadi masalah, alat yang dia pakai adalah tissue basah pigeon!!! Duh...ga murah khan... Rupanya Sha sudah bisa membuka flip tissue basah pigeon yang biasa di simpan di atas tape deck.

Satu lagi...adalah kemampuan bicaranya yang sudah mulai bisa meniru potongan-potongan kata singkat seperti Mama, Papa,"Wunda", dan Kakak (dengan k yang ditekan).
Paa suatu kesempatan, Sha sedang bermain di kamar depan (kamar saya) sementara saya sedang beres2 di kamar Sha (ada connecting door). Tidak lama kemudian, terdengar suara tukang kerupuk lewat," Puk...kerupuk...puk...puk...". selang beberapa detik, dari depan terdengar suara Sha,"puk...puk....". Terdengar suara tukang kerupuk yang lebih keras, manatp, kencang dari arah jalan," Puk...puk...". "Puk...puk...", Sha lebih keras menimpali.
"Puk...."
"Puk...."
Berbalas-balasan.....
Sampai akhirnya suara tukang kerupuk hilang....
Mungkin dia udah capek.
Sementara si emak terkakak2 di kamar belakang.