Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Monday, July 14, 2008

To all mothers...

Kira2 sebulan yang lalu, seorang teman mengirimkan cerita ini ke email kantor saya.
Saya sangat terharu...sekaligus bangga Allah mempercayakan saya menjadi seorang ibu...
To all mothers in the world...I share this story...

I Always Love You

Ketika para penolong menemukan dia, ibu ini sudah meninggal, tergencet rumahnya yang runtuh akibat gempa di China. Melalui semua reruntuhan, orang-orang dapat melihat postur tubuhnya: kedua lututnya di bawah, tubuh atasnya ke depan dengan kedua tangannya menahan tubuhnya, seperti sedang berdoa sujud ke atas langit. Tim penolong menjulurkan tangannya ke dalam melalui reruntuhan untuk memasti-kan kematiannya. Ia berteriak lagi dan ia mengetukkan bata-bata yang lepas dengan peralatannya, tak ada tanggapan dari dalam

Tim penolong bergerak menuju bangunan berikutnya yang runtuh. Namun pemimpin tim itu pasti merasakan keanehan dalam postur wanita yang telah tewas itu.. Ia berjalan kembali, memeriksa kembali dan berteriak kepada anggota timnya: 'Kembalilah, ada seorang bayi yang masih hidup di bawah ibu ini!'

Setelah mencoba dengan susah payah, mereka dengan hati-hati menyingkirkan reruntuhan di sekeliling jenazah wanita itu. Di sana terbaring di bawah tubuh wanita itu seorang bayi yang dibungkus dengan rapi, sekitar empat atau lima bulan usianya. Karena perlindungan ibunya, bayi itu tidak terluka sedikitpun. Bayi itu masih tidur ketika ia dikeluarkan. Wajah bayi yang penuh kedamaian itu sungguh menenteramkan orang-orang yang memandangnya. Dokter dipanggil untuk mengadakan pemeriksaan rutin terhadap bayi itu dan menemukan sebuah telpon seluler di bawah selimutnya. Dokter melihat layar HP itu dan terlihat sebuah pesan yang berbunyi: 'Bayiku yang tercinta, apabila engkau dapat bertahan hidup, ingatlah Aku selalu mengasihimu!' Bahkan dokter itu yang telah terbiasa melihat kehidupan dan kematian tanpa sadar menitikkan air matanya. HP itu diperlihatkan kepada orang-orang di sekitar itu dan mereka yang membacanya menangis. Betapa luar biasanya kasih seorang ibu. Di
tengah-tengah badai goncangan gempa ia tidak memikirkan dirinya lagi, bahkan mengorbankan dirinya agar bayinya selamat...

Sunday, June 15, 2008

Bye Tumble Tots

Sha pindah sekolah neh. Mulai 17 Juli nanti, Sha akan masuk Kiddy 2 di Kinderfield Supomo, Tebet. Awalnya sempat ragu mau pindah, mengingat Sha udah betah banget di Tumble Tots Mal Ambassador dan akbrab dengan aunties dan uncles. Setelah ngobrol2 ama babehnya Sha, menimbang ini itu...akhirnya Sha kami ikutkan trial baik di PG Tumble Tots maupun di Kinderfield.

Yang paling saya khawatirkan tentunya adalah kenyamanan Sha..karena secara biaya..11-12 lah alias ga beda terlalu jauh. Bedanya hanya saya harus bayar uang pangkal lagi di Kinderfield dan biaya tahunan (semacam uang fasilitas dan seragam). Tapi tahun depan, Sha ga perlu pindah lagi karena di Kinderfield sudah ada TK-nya. Kalau mengenai kurikulum, entah kenapa kami belum terlalu khawatir, karena toh masih PG (play group). Buat kami, tujuan utama Sha bersekolah dini adalah sosialisasi, kemandirian, dan disiplin.
Ternyata setelah ikutan trial class, Sha berulang kali tanya kapan dia bisa mulai sekolah di sana... kalau kami antar ke sekolah yang lama.

Di kesempatan lainnya, waktu saya dan Sha ke Kindefield untuk bayar uang pangkal dan nge-pas seragam...Sha tampaknya ga sudi seragam barunya harus dicopot lagi.
"Punyaku ini....", katanya sambil memegang celana seragam berwarna biru langit.
Saat beberapa anak line-up dari discovery room menuju class room, Sha lalu bertanya, "Nda...kok aku ga boleh ikut....???"
"Sha baru mulai sekolah bulan depan yaaa, kalau itu kakak-kakak yang udah mulai masuk Kiddy 2 dari tahun kemarin", jawab saya.
Wajah Sha masih bingung.
Yaaa...masa Bunda mesti bilang kalau...judulnya belum bayar, nak... ;p

Mengenang kebaikan aunties dan uncles TT Mal Ambassador yang baik hati, sabar, dan sayang sama Sha..ini sedikit foto yang saya punya dari beberapa outdoor activities:

1.visit book store

2.Junior Pizza maker

Monday, June 02, 2008

Aku ga suka.....

Sejak sekitar 2 bulan lalu, kosakata Sha makin banyak. Walaupun belum jelas benar, tapi buat kita2 yang serumah dengannya...lumayanlah bisa dimengerti.

Nah...dengan kosakata yang banyak ini..sekarang Sha mulai bisa menjawab ajakan lebih dari sekedar anggukan atau rengekan atau malah tangisan (kalo dia merasa ga mau/ga cocok).

Pada suatu siang...
"Sha, keluar yuk, temenin Mia (nick name Eyang Putri Sha) yuk beli pulsa".
Mia langsung menggaet tangan Sha.
Sha menepis.
"Aku ga mau. Panas. Aku di kamar aja."
Sha lalu ngeloyor masuk kamar yang dingin karena pake AC.
Tinggal Mia yang terbengong2. Emang enak ditolak mentah2?

Di hari yang lain. Sha mandi dengan Bunda.
Bunda mengambil gayung (bukan shower ;p) dan menyiramkan ke badan Sha yang montok.
Sha mundur. Dia mengambil gayung sendiri.
Tapi karena berat, Sha hanya berhasil mengguyur bagian tubuh dari perut ke bawah.
"Sha, not only your tummy. Your face, neck, chest, and back as well".
Ceritanya bunda mulai ga sabar.
Lalu Bunda menyiramkan lagi air ke punggung Sha, beberapa kali sekaligus.
"Aku ga suka..Aku ga suka...Aku ga suka..."
Sha meronta2. Bunda terperanjat.
"Aku ga suka. Aku bisa mandi sendiri..."
Oh...

Petang tadi.
"Sha cepet dong siap-siap. Kita mau ke Giant."
Sha kelihatan gak antusias.
"Kita mau beli buah nih."
Sha tetep cuek. Dagunya ditopang kedua tanganya yang gemuk di pinggir tempat tidur.
"Ada susu kok di sana. Permen juga ada." Bunda mancing banget seeeh...
Sekonyong2...."Aku ga sukaaa giant! Aku maunya Indomaret..."
Maaf....Rupanya top of mind supermarket Sha adalah Indomaret. Soalnya kalo bunda ngantor, Mia suka ngajak Sha beli susu atau cup a cup di sini.... Jadi ga perlu sebut giant,carrefour,hypermart, atau apapun.....pokoknya Sha ga bisa ke lain hati ;p



Tuesday, March 25, 2008

Casting gitu looo...


Pada suatu pagi di Bandung, kakak ipar saya telpon.

"Han, Sha mau ikut casting ga?"

Duh. Sha susah diatur. Gimana mau diajak casting.

"Gak punya foto, euy. Lagian Sha susah kalau diajak sesuatu diantara orang yang belum kenal. Pasti dia semaunya sendiri"

"Iseng-iseng deh. Hitung-hitung nemenin Rafly"

Rafly adalah anak kakak saya, sekaligus cucu orang tua saya yang tertua. Umurnya 6 tahun.

"Ok deh."


Singkat cerita, kami berangkat ke rumah teman kakak ipar saya. Dia ini yang kabarnya berelasi dekat dengan penyelenggara casting. Castingnya sendiri baru secara official diselenggarakan keesokan harinya di sebuah hotel berbintang.

"Ibu-ibu, jadi saya adalah talent management. Saya ke Bandung untuk mencari talent-ta;ent baru yang nantinya akan saya tawarkan ke berbagai production house. "

Saya, kakak ipar saya (yang bawa 2 anaknya) plus kakak dari kakak ipar saya (yang datang lengkap dengan 2 anak jauh-jauh dari Cimohai) manggut-manggut.

Mungkin dalam kepala masing-masing...sedang berkhayal anaknya jadi bintang sinetron :)

"Biaya administrasinya 100 ribu", tambah si mbak dengan senyum manis.
Tidak ada yang berkomentar. Dalam hati, saya bergumam, gak apalah uang segitu...toh akan dibayarkan setelah lulus casting. Talent management toh butuh dana untuk membuat profil talent kelihatan manis dipandang PH.
Casting dimulai.
"Nama Rafly. Umur enam tahun. Kelas 1 SD." Jari telunjuknya ada di dalam mulut saat ia berbicara. Matanya melirik ke kanan dan ke kiri. Grogi.
"Kalau adiknya....namanya siapa? Lucu banget yaaa". Tangan salah satu penyelenggara mencolek pipi Syalwa (adik Rafly yang sedang tertidur di pangkuan kakak ipar saya.
"Ya udah yang lain aja deh. Sasha sini dooongg...Tante ama Oom mau ngajak main.."
"Ga maaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuu..." Sha berteriak sambil berlarian di atas dek di halaman yang luas. Muter-muter persis kayak obat nyamuk. Saya cuma bisa nyengir.
"Coba Zahra aja deh"
Anak kakak dari kakak ipar saya ini sangat pede. Tapi entah kenapa siang itu dia mati gaya.
"Nama...Zahra..." Suaranya yang serak seperti Atiek CB tiba-tiba hilang. Keberaniannya lenyap.
"Makasih ya...Zahra, sekarang coba Daffa..."
Daffa adalah adik bungsu Zahra.
Daffa lantas menyanyikan lagu "Munajat cinta" dengan lancar walaupun artikulasinya belum jelas.
Semua bertepuk tangan.
Alhamdulillah akhirnya ada yang bentes juga di casting.
"Ibu-ibu, terima kasih ya."
"Formulirnya udah diisi khaaan?"
"Udaaaah" Serempak menjawab seperti di Cerdas Cermat."
"Biaya wawancaranya per anak seratus ribu rupiah yaaaa"
Mendadak saya, kakak ipar saya dan kakaknya terdiam.
Kakak Ipar saya menerima kwitansi dua ratus ribu rupiah..padahal Syalwa boro-boro diwawancara...dia kan lagi tidur. Kakaknya juga sama.
Sedangkan saya harus bayar seratus ribu untuk satu pertanyaan yang dijawab Sha dengan ketus, "Ga mauuuuuuuuuuuuuuuu..." Glek!!! Jadi biayanya bukan setelah lulus cating..., tapi sekedar untuk wawancara hungkul.
Di dalam mobil menuju rumah. Kakak ipar saya tersenyum menatap Syalwa, "Dek, kamu bobo mahal amat siihhh. Bobo aja bayar seratus ribu".
Kakak dari kakak ipar saya reaksinya lain lagi.
"Zahra, awas yaaa....kalau kamu gak lulus casting! Udah bayar mahal, pake ga bisa gaya lagi. Malu-maluin aja". Matanya melotot menatap Zahra yang acuh tak acuh menatap layar TV di mobil.
Hihihihi

Monday, August 20, 2007

Nda....Dentyyyysss..




Sudah lama saya ingin memperkenalkan Sha dengan "konsep perawatan gigi". Saya gak mau keduluan giginya ada yang rusak, baru kemudian ke dokter gigi. Tapi saya bener2 gak tau harus kemana dan bagaimana.
Awal Juli lalu, doa saya terjawab. Tumble Tots Mall Ambassador mengadakan Visit to Dentist, bekerja sama dengan Family Dental. FREE!!!! Hehehe, ini point penting bagi Bunda ;p
Saat pertama datang, kami (Mommy and toddler), diberi penjelasan kilat mengenai cara menyikat gigi yang baik oleh asisten perawat. Kami duduk dengan manis di karpet ruang tunggu. Ruang tunggu klinik Family Dental sangat nyaman. Banyak tersedia beragam majalah, tontonan, dan juga mainan. Semuanya lengkap sesuai minat seluruh anggota keluarga. Ruang periksa pun penuh dengan aksesoris anak dan karakter2 kartun. Gak heranlah, namanya juga Family Dental.
Saat pemeriksaan gigi, Sha terkesiap melihat temannya menangis. Sha lalu gak mau diminta untuk membuka mulutnya. Akhirnya, setelah dokter ke-3 baru berhasil ;) Itu pun karena si dokter telaten mengajaknya bermain saat Sha sedang di ruang tunggu dan bermain2. Sehingga Sha gak merasa sedang diobservasi. Thanks, doc!
Insya Allah Sha akan kembali lagi untuk dilapisi topikal fluor saat giginya sudah lengkap. Sekarang Sha gak takut lagi ke dokter gigi. Dua minggu berturut2 saat ia menemani saya kontrol ke dokter gigi saya, Sha mau disikat dengan sikat gigi mesin milik dokter gigi. Kata Sha, "Nda...dentyyyyyyyyyyss (dengan posisi bibir offside 3 cm), mau...mau...."

Tuesday, July 31, 2007

Ooey...




"Nda, ooey...ooey...", Sha shouted.


"Yes, darling, it's the gooey oeey you want to try all this time." I answered.


"Put your finger to the paint and draw what you want."

She stared at the green and yellow paint. Perhaps she felt yucky.

"It's fine, my dear."

"Let me show you."

Then she copied what I did. She put her tiny index finger to the icky paint and hesitatingly drew a line on the paper.

"What is it, Sha?" I asked.

"Baloon, Nda." Oooh...

" Perhaps what you mean is its stick, Sha."

"Ballon...baloon...". Ok ;)
That was my coversation with Sha when we went to "Bermain Bersama Rinso". Thanks for a chance to let our children learn that dirty is not always bad. Though Sha couldn't play and tried many games and arena, she felt so happy to experience the finger painting and to build a sand castle (am not sure it was a castle though hehe).
P.S: It was a hot Saturday that 8.30 am felt like 11 o'clock. Thanks God we had not have shower that time ;p




Thursday, May 03, 2007

Thanks for your attention, my dear.

Early this morning, I just finished shalat shubuh when Sha was coming to me. She touched my cheek with her fat little pointer ;) Apparently she found an acne there. "Amuk," she said. Amuk means nyamuk (English:mosquitoe). She was trying to tell me that the red dot on my cheek was because the mosquitoe had biten me, like what we always say when we find red dots on her skin.
"Obat (English: medicine)," she said. Oh, no... I was alert. She was about to give my acne minyak lawang!!! No no no...it's definitely not for acne!

Thanks for your attention, my dear. It's a very nice of you, anyway... ;D

Thursday, April 26, 2007

The Desire for Independence

My precious Sha has been showing her desire for independence lately. She always says "Mamau" (Read : Gak Mau (Bahasa) or No Way (English)) for almost everything offered. I find changing a diaper is a struggle now. Another example is her wish to eat on her own.

These are photos taken when she was having a thick juice of avocado...slurrrrp ;D



I don't aim high but try to give her freedom and chance to learn (of course it is ALWAYS messier ;p).




Sha choosed the big spoon than the small one for toddler. Yes, it scoops much more---and faster, my dear...but you'd better be a little patient..unless you want an avocado mustache ;(




She just knew that I took these photos and stroke for poses *winked*