Showing posts with label playing. Show all posts
Showing posts with label playing. Show all posts

Monday, September 01, 2008

Penyakit Kambuhan



Temen2 bilang saya kampungan. Sebagian lainnya bilang saya gering panon (sakit mata, red). Dua-duanya gak salah. Saya memang doyan nonton film Korea, Taiwan atau HK. Sepertinya sudah mendarah daging sejak SD. Bedanya kalau zaman SD doyannya nonton film seri silat, saat ini saya pilih drama romantis. Kalau sudah "tenggelam" dalam keasyikan nonton film seperti ini, saya bisa jadi autis di depan TV sampe subuh! Belum termasuk browsing karakter2 di film itu (100% yang cowok loh). Halah....yang begini neh penyakit kambuhan...saya memang doyan ama wajah2 oriental. Saat yang lain lagi ribut dengan Collin Farrel, saya sibuk ama F4. Waktu temen-temen lagi sibuk ngomongin Hugh Grant, saya sibuk masang poster Bae Yong Jun di cubicle kantor. Saat orang-orang lagi ngomongin Take that atau Boyzone, saya masih setia dengan Andy Lau. Ya gitu ddeeehh...

Eheeemmm...sekarang neh, gara2 film The First Shop of Coffee Prince saya jadi suka sama Gong Yoo. Lesung pipitnya itu looh...belum lagi kalo pake baju mantes wae hueehehehehe...body-nya oke kali yee.... Untungnya policy kantor adalah clear desk (mana mau ada audit lagi), kalau ga dijamin tragedi itu akan berulang lagi....cubicle yang penuh poster dan benda2 merchandise dari film yang saya tonton.


Buat semua yang suka terganggu karena saya suka senyum2 sendiri, nyanyi lagu2 atau puter2 soundtrack film Taiwan/Korea jam kerja..maapppp ya....
Buat Babeh dan Sha yang sudah membiarkan Bunda mabuk kepayang di depan tv sampe jam 3 pagi.... , thanks a bunch for understanding. Besok2, Nda masakin cumi dehhh ....

Thursday, June 05, 2008

A bid farewell to Grace

I received phone call from Grace yesterday.
"I got the job!! I will submit my resignation letter tomorrow"
Ougghh.
I was speechless at my end not because I was not happy for her.
Our line manager was right in front of me.
And I guess, I was thinking of my own future...

I am gonna miss you, Grace.
You're definitely one of my limited best friends here.
Thank you for your support and...of course guidance throughout our fun, hard, and even most difficult situation.
Goodbye is a part of life..With a farewell there is another helo awaits..
I wish you a good luck in your career and life.

Tuesday, March 25, 2008

Casting gitu looo...


Pada suatu pagi di Bandung, kakak ipar saya telpon.

"Han, Sha mau ikut casting ga?"

Duh. Sha susah diatur. Gimana mau diajak casting.

"Gak punya foto, euy. Lagian Sha susah kalau diajak sesuatu diantara orang yang belum kenal. Pasti dia semaunya sendiri"

"Iseng-iseng deh. Hitung-hitung nemenin Rafly"

Rafly adalah anak kakak saya, sekaligus cucu orang tua saya yang tertua. Umurnya 6 tahun.

"Ok deh."


Singkat cerita, kami berangkat ke rumah teman kakak ipar saya. Dia ini yang kabarnya berelasi dekat dengan penyelenggara casting. Castingnya sendiri baru secara official diselenggarakan keesokan harinya di sebuah hotel berbintang.

"Ibu-ibu, jadi saya adalah talent management. Saya ke Bandung untuk mencari talent-ta;ent baru yang nantinya akan saya tawarkan ke berbagai production house. "

Saya, kakak ipar saya (yang bawa 2 anaknya) plus kakak dari kakak ipar saya (yang datang lengkap dengan 2 anak jauh-jauh dari Cimohai) manggut-manggut.

Mungkin dalam kepala masing-masing...sedang berkhayal anaknya jadi bintang sinetron :)

"Biaya administrasinya 100 ribu", tambah si mbak dengan senyum manis.
Tidak ada yang berkomentar. Dalam hati, saya bergumam, gak apalah uang segitu...toh akan dibayarkan setelah lulus casting. Talent management toh butuh dana untuk membuat profil talent kelihatan manis dipandang PH.
Casting dimulai.
"Nama Rafly. Umur enam tahun. Kelas 1 SD." Jari telunjuknya ada di dalam mulut saat ia berbicara. Matanya melirik ke kanan dan ke kiri. Grogi.
"Kalau adiknya....namanya siapa? Lucu banget yaaa". Tangan salah satu penyelenggara mencolek pipi Syalwa (adik Rafly yang sedang tertidur di pangkuan kakak ipar saya.
"Ya udah yang lain aja deh. Sasha sini dooongg...Tante ama Oom mau ngajak main.."
"Ga maaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuu..." Sha berteriak sambil berlarian di atas dek di halaman yang luas. Muter-muter persis kayak obat nyamuk. Saya cuma bisa nyengir.
"Coba Zahra aja deh"
Anak kakak dari kakak ipar saya ini sangat pede. Tapi entah kenapa siang itu dia mati gaya.
"Nama...Zahra..." Suaranya yang serak seperti Atiek CB tiba-tiba hilang. Keberaniannya lenyap.
"Makasih ya...Zahra, sekarang coba Daffa..."
Daffa adalah adik bungsu Zahra.
Daffa lantas menyanyikan lagu "Munajat cinta" dengan lancar walaupun artikulasinya belum jelas.
Semua bertepuk tangan.
Alhamdulillah akhirnya ada yang bentes juga di casting.
"Ibu-ibu, terima kasih ya."
"Formulirnya udah diisi khaaan?"
"Udaaaah" Serempak menjawab seperti di Cerdas Cermat."
"Biaya wawancaranya per anak seratus ribu rupiah yaaaa"
Mendadak saya, kakak ipar saya dan kakaknya terdiam.
Kakak Ipar saya menerima kwitansi dua ratus ribu rupiah..padahal Syalwa boro-boro diwawancara...dia kan lagi tidur. Kakaknya juga sama.
Sedangkan saya harus bayar seratus ribu untuk satu pertanyaan yang dijawab Sha dengan ketus, "Ga mauuuuuuuuuuuuuuuu..." Glek!!! Jadi biayanya bukan setelah lulus cating..., tapi sekedar untuk wawancara hungkul.
Di dalam mobil menuju rumah. Kakak ipar saya tersenyum menatap Syalwa, "Dek, kamu bobo mahal amat siihhh. Bobo aja bayar seratus ribu".
Kakak dari kakak ipar saya reaksinya lain lagi.
"Zahra, awas yaaa....kalau kamu gak lulus casting! Udah bayar mahal, pake ga bisa gaya lagi. Malu-maluin aja". Matanya melotot menatap Zahra yang acuh tak acuh menatap layar TV di mobil.
Hihihihi

Tuesday, July 31, 2007

Ooey...




"Nda, ooey...ooey...", Sha shouted.


"Yes, darling, it's the gooey oeey you want to try all this time." I answered.


"Put your finger to the paint and draw what you want."

She stared at the green and yellow paint. Perhaps she felt yucky.

"It's fine, my dear."

"Let me show you."

Then she copied what I did. She put her tiny index finger to the icky paint and hesitatingly drew a line on the paper.

"What is it, Sha?" I asked.

"Baloon, Nda." Oooh...

" Perhaps what you mean is its stick, Sha."

"Ballon...baloon...". Ok ;)
That was my coversation with Sha when we went to "Bermain Bersama Rinso". Thanks for a chance to let our children learn that dirty is not always bad. Though Sha couldn't play and tried many games and arena, she felt so happy to experience the finger painting and to build a sand castle (am not sure it was a castle though hehe).
P.S: It was a hot Saturday that 8.30 am felt like 11 o'clock. Thanks God we had not have shower that time ;p