Friday, September 12, 2008

Orang-orang Dari Masa Lalu

Bertemu dengan teman (-teman) lama selalu menyenangkan. Membicarakan masa lalu, menertawakan kebodohan yang pernah terjadi, menanyakan apa yang terjadi di masa kini...pun mengenang hal-hal indah. Pembicaraan seperti ini seakan tidak pernah ada habisnya. Waktu seperti berdetak lambat dan saya pun larut dalam memori. Hal-hal menyakitkan sekalipun seakan menjadi hal bodoh tanpa arti dalam. Seringkali saya bisa mengenangnya santai. Tak perduli hati kecil saya mungkin (sekali lagi mungkin, karena saya tidak pernah mencari tahu) tetap merasa sakit, menyimpan dendam, atau malah ingin membalas.

Masa kini memang tidak mudah. Terlalu nyata dan tidak bisa diingkari. Permasalahan di kantor, keruwetan dalam rumah tangga, kelelahan hidup semuanya seakan terus mencoba, bergantian menguji. Pembicaraan akan masa lalu menjadi pelipur lara (sesaat). Membuat saya lupa diri bahwa permasalahan juga pernah ada di masa itu dan bahwa apa yang terjadi hari ini butuh disikapi dan dituntaskan.

"Inget gak dulu dia dateng ke ujian di kelas dengan seluruh badan berbau minyak Tanah?"
Hahahaha. Tawa keras memenuhi pusat jajanan yang dulu sempat terkenal di Jakarta.
"Bukan gw yang nabrak. Gw dibonceng ama kakak gw dan tiba-tiba gerobak minyak itu lewat"
Di seberang meja, seorang teman lama berkilah.
Saya menerawang teringat masa itu. Teman-teman yang kocak, guru yang ringan tangan, sampe bakso campur gurilem.

Di kesempatan lainnya di salah satu pusat perbelanjaan elite di distrik bisnis Jakarta.
"Masih inget Mas X gak??? Itu tuuuh OB yang ganteng itu."
"Mas X? Ya iyalaaaah...", saya menyahut cepat.
"Dia kan sekarang jadi model brochure di kantornya. Denger-denger udah ga jadi OB pula..."
Ck ck ck....decakan serempak terdengar sebagai jawaban.

Di waktu yang lain...hari yang berbeda...
"Gw bulan ini sidang pertama perceraian."
"Dia masih suka nanyaian elu ga...maksudnya lu pergi kemana, ama siapa"
"Ya."
"Rese!!!"

Dunia maya juga jadi media tersendiri.
"Nuju naooon???"
"Mepende si neng."
"Sami atuh."
"Karaoke yuk iraha-iraha..."
Itu YM.
Di blog, lain lagi,
"Narsis banget sih blog lu!!!"
"Masa sih". Ga percaya. Padahal foto diri semua isinya.
"Tapi tulisan lu bagus juga".
"Masa sih". Kali ini percaya. Karena memang lebih pede nulis daripada difoto (terkatagorikan: tidak fotogenik tapi banci foto).

Ya begitulah. Dari mulai menyampaikan berita terkini (update gitu..) hingga pembicaraan ga penting menjadi topik yang mengalir lancar. Tanpa harapan apa-apa. Tapi menyenangkan dan nikmat. Seperti puisi yang dikutip dari seorang teman (tapi, maaf saya adaptasi sedikit):
"Hujan diluar deras dan dingin menyergap tulang serta hati.
Segeralah berteduh. Seduh kopi dari masa lalu.
Hangat, nikmat, dan membuatmu ingin terus kembali."

No comments: