Wednesday, December 28, 2005

Sydney (Part 1)




Paddy’s Market & Market City, a Cheap & Cheerful Place
Paddy’s Market adalah tempat yang saya kunjungi pertama kali setelah selesai check in, mengingat Paddy’s hanya buka di waktu weekend. Paddy’s Market sebenarnya terletak di dua tempat, yaitu Flemington dan Haymarket. Tapi karena Haymarket letaknya lebih dekat dengan hotel saya, maka saya memilih untuk pergi ke Paddy’s di Haymarket. Haymarket itu sendiri terletak di daerah Chinatown. Cukup sekali bus atau sekitar 10 menit dengan bus dari persimpangan George Street dan Hunter Street. Ke persimpangan ini, saya cukup jalan 5 menit atau bisa juga melalui akses Wynyard Station. (OOT: Station ini melalui bawah tanah menembus ke tiga jalan yang berbaris paralel:George Street, Wynyard Street dan Clarence Street. Di station ini banyak sekali toko2, baik supermarket Cole’s, newsstand, food stalls dari mulai burger sampe sushi, dan toko2 pakaian).
Memasuki daerah Chinatown, saya berasa ada di Glodok. Sama sekali ga berasa ada di Sydney. Banyak sekali tulisan berbahasa Mandarin di sana. Orang2 Cina juga keleleran di mana-mana :p....

**

Paddy’s terletak di basement market city. Di sini di jual berbagai macam item, mulai dari buah kering, pakaian, elektronik, water fountain, asesoris, sampai suvenir (later, I learned how cheap souvenirs here). O,ya..kebanyakan penjualnya pun berdarah Cina. Bahkan barang2nya pun boleh dibilang 90% made in China. Saya sempet tercengang2 waktu beli suvenir di bungkusnya pake plastik kresek. Bener2 kresek gitu loh...kayak abis belanja di Tanah Abang banget. Padahal selama ini kayaknya kalo ke negara2 Londo mereka ngasih bungkus shopping bag kertas coklat atau plastik yang ”baik dan respectable”. Well, saya terima dengan lapang dada ajalah...wong harganya juga murah banget. Gara2 terbengong2 dengan harga murah ini, saya berkenalan dengan cowok Filipina yang cerita sama saya bahwa the rest of the Sydney is pricey…. Dan ternyata saat saya pulang nanti, saya baru menyadari benarnya perkataan si Filipino itu. Karena di luar Paddy’s, harga2 suvenir dengan jenis dan kualitas yang sama persis bisa 3-4 kali lipat.

**

Kalo kita melihat sejarahnya Paddy’s (gini2 ada sejarahnya juga lohh..), Paddy’s sudah mulai terbentuk sejak 150 tahun yang lalu. Dulunya Paddy’s merupakan tempat penjualan berbagai macam produk mulai dari produk pertanian sampe barang second-hand. Kata Paddy’s sendiri diambil dari sebuah area di Liverpool Inggris dimana terdapat banyak orang Irlandia. Mungkinkah dulu banyak orang buangan dari Irlandia di daerah ini??? Itu saya ga tau... ;p Yang pasti, Paddy’s sendiri sudah beberapa kali mengalami penataan oleh pemerintah setempat dan malah pada tahun 1975-an, dibangunlah kompleks Paddy’s yang baru di daerah Flemington.
Bicara tentang Paddy’s dan melihat kondisinya, saya jadi teringat penjual baju second di Tegalega Bandung yang dulu sempat jualan di Pasar Baru. Mungkin aja, kalo pemerintah setempat bisa menata dengan baik, suatu saat kelompok penjual ini akan menjadi cikal bakal Paddy’s Marketnya Bandung. Yang saya sedihkan, penjual2 ini malah terombang-ambing dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Cuma pindah tempat doang, tanpa kejelasan dan perkembangan lebih lanjut.


**

Setelah dari Paddy’s saya naik ke Market City. Disini, di lantai 1 terdapat food court dan stall makanan terutama makanan Asia. Jadi buat yang pengen nyari mie dan nasi, ini merupakan salah satu tempat yang tepat. Di lantai 3 adalah kompleks bioskop.Naaahhh, di lantai 2 adalah surganya saya hehehe di sini terdapat banyak banget factory outlet. Mulai dari Esprit for men, women, kids....terus Calvin Klein Jeans, Polo Ralph Lauren, Marcks & Oroton, Cue, Giordano, Playboy, Nautica, Sisco, Lonsdale London dan seabreg2 brand terkenal lainnya *hebat euy masih apal*. Rupanya market city memang menspesialisasikan diri pada factory clearance sale…sehingga katanya siy kalo belanja di sini bisa hemat sampe 70% gitu…. Phiuuhh, untung aja rumah saya di Jakarta ;p

No comments: