Wednesday, January 04, 2006

Sydney (Part 6)--updated

Phiuh…ternyata udah part 6 *plsbearwithme*

Royal Botanical Garden more than just a garden
Royal Botanical Garden mulai dirintis pada tahun 1788 oleh Gubernur Phillips. Awalnya diset sebagai daerah pertanian, tapi gagal karena tanahnya yang berpasir. Memang letak royal botanical garden ini adalah di teluk (mulai dari sisi opera house terus memanjang hingga ke bagian kota yang lama).

Saya ga tau berapa luas taman ini, tapi yang jelas gede buanget dan saya kemudian sadar bahwa banyak bagian Sydney city yang dapat tembus melalui berbagai gate di taman ini.



Tadinya saya males ke taman ini *it’s a garden aft all* tapi ternyata saya merasa waktu saya kurang. Saya pengen kembali lagi ke sini kalo suatu saat kembali ke Sydney.
Kenapa? Ya, karena di sini ga cuman ada tanaman seperti taman pada umumnya, tapi juga banyak patung2 cantik, fountain, gedung tua, dan dikelilingi oleh gedung2 tinggi dan situs bangunan-bangunan kolonial yang berjejer rapi.
Salah satu yang terkenal adalah Mrs. Macquaries chair, kursi istri salah satu gubernur yang terkenal di zamannya (yang menginisiasikan QVB, a.l). First lady ini memprakarsai dibuatnya jalan di sepanjang cove saat itu dan dia juga senang duduk disitu untuk memperhatikan setiap kapal yang datang..



Selain itu terletak pula Conservatorium of Music dan Government House.Conservatorium of music ini tadinya merupakan kandang kuda (yang megah dan bergaya Victoria) dari Government House.



Government housenya sendiri bergaya Gothic. Letaknya agak tersembunyi di balik rerimbunan taman. So comfy and elegan. Sayangnya, saya gak sempat masuk karena hari bukanya hanya Jumat sampai Minggu...;(

Sydney Opera House one of the bussiest opera house in the world


Keluar dari Royal Botanical Garden menuju Sydney Opera House, kita akan melewati gate Queen Elizabeth II. Kalo saya ga salah Queen Elizabeth II ini yang meresmikan Sydney Opera House di tahun 1973 setelah bertahun-tahun dibangun dan ga beres2. Dananya sendiri diambil dari lotto *porkas kalo di indonesia* yang sengaja dibuat untuk membangun opera house ini.

Kebetulan saya sempet ikutan tur bersama dengan sekitar dua puluh orang dari berbagai bangsa, dan ada di antaranya yang berprofesi sebagai arsitek. Sydney Opera House didesain oleh arsitek muda (di era tersebut), Utzon, yang memenangkan kontes desain opera house. Utzon, yang berasal dari Denmark, memulai membangun opera house pada tahun 1957. Menurut guide dan arsitek yang ikutan tur, untuk zaman tersebut, desain sydney opera house termasuk revolusioner. *Makanya menjadi salah satu ikon terkuat di dunia....* Namun demikian, Utzon resign pada tahun 1967 dan dilanjutkan oleh arsitek lainnya *menurut ceritanya,ternyata Utzon ini cukup keras kepala, mirip gw hehe*.


Di gedung yang akhirnya resmi dibuka tahun 1973 ini, saya juga sempat masuk ke opera theatre dan concert hallnya yang megah. Lumayan, paling ga, walaupun saya ga kebagian tiket nonton pagelaran ballet sleeping beauty, saya sempet lihat rehearsalnya. O,iya..Sydney Opera House punya jadwal pagelaran yang padat loo...hebatnya pas saya cek banyak yang udah fully booked... Dari salah satu atriumnya, kita dapat melihat ke arah teluk dan memperhatikan kapal2 yang lewat. Atrium ini disewakan sebagai venue untuk acara2 seperti pernikahan (tapi yang nikah ga boleh orang Indonesia, krn kapasitasnya ga cukup untuk 1000 orang ;p). O, iya di teluk yang bersebrangan adalah rumah megah dengan "posisi" yang cantik..nah itu adalah rumah PM Howard *keren banget tuh*

Saat ini, Sydney Opera House sedang mulai bebenah lagi. Pemerintahnya juga sudah memanggil Utzon kembali ke Oz. Kayaknya pemerintah di sana udah jaga2 kalo ga dibenahin sekarang, gedungnya udah keburu outdated. Hebat ya antisipasinya…


Sydney Harbour Bridge I promise to be back and climb

Jembatan yang terkenal ke seluruh dunia dan juga dikenal sebagai salah satu ikon Oz ini bukanlah jembatan besi terpanjang di dunia. Tapi merupakan jembatan besi dengan lengkungan terbesar. Penggagas jembatan ini lagi2 adalah arsitek terkenal Oz yaitu Francis Greenway (kalau saya ga salah, dia juga yang ngedesain entah conservatorium of music entah government house..pokoknya salah satulah…).




Di pinggir jembatan itu ada lane yang memungkinkan pedestrian untuk jalan kaki. Lane ini sangat panjang...dan jika kita terus berjalan melalui lane dan sampai di pinggir jalan tol, kita akan mendapati pemandangan circular quay lengkap dengan opera house dan harbour bridge. Kebetulan saat saya menaiki bridge stairs dan kemudian sampai di titik itu saat sunset...wah jadi stunning lah...
Tapi ya teuteup… ada yang saya missed dari bagian ini, yaitu observatory hill dan pylon lookout ;(

No comments: