"Wina, akika mawar betharia dulu yaa...",bisik Yuri.
"Gilingan.... Buruan, Rayu tar lagi dateng. Dan kita mesti ceritain semuanya."
Tian tersenyum melihat Yuri dan Wina dengan "bahasa gaulnya".
"Yang ngomong lu ya, Yur", teriak Tian pada Yuri yang menghilang ke arah toilet.
Wina, Mela, dan Tian termenung. Ketiganya bingung tak tahu bagaimana memulai menjelaskan mengenai Roni pada Rayu. Aroma kopi memenuhi starbucks yang siang itu mulai banyak pengunjungnya.
"Gue rasa Tian benar. Biar aja Yuri yang jelasin. Dia juga kan yang tahu dan lihat kejadiannya?", Mela membuka pembicaraan kembali.
"Hmmm, benerannya sih, gw lihat juga. Tapi Yuri yang terus dapet info lebih jelas dari Randy", Wina menjelaskan.
"Yep", tambah Yuri yang sudah kembali duduk anteng di sofa hijau.
"Ya sudahlah, pokoknya kita saling bantu. Pokoknya ini bukan masalah Adi atau Roni, ini masalah latar belakang Roni yang perlu diketahui oleh Rayu. Bahkan oleh siapapun yang menjadi pacarnya. Bagaimanapun juga, perempuan itu gak bisa dipermainkan begitu saja. Apalagi hal seperti ini. Kalau mereka sampai menikah dan Rayu gak pernah tahu, gimana coba?? Ya, nggak?" Tian menggebu-gebu.
"Kok tiba-tiba lu semangat gitu, yan?" tanya Mela."Lagian Rayu kan belum mikirin nikah lagi..."
Wajah Tian memerah. Kadang Tian memang suka over-reacted, apalagi kalau itu masalah hak, keadilan, kejujuran, termasuk kejujuran dalam rumah tangga artis sebagaimana yang sering diungkap dalam infotainment.
Halah....
Tidak lama, Rayu datang. Wajahnya kelihatan lebih segar daripada tiga hari lalu saat mereka terakhir bertemu di Ciwalk.
"Sorry ya, kelamaan nunggu. Padahal gue yang minta kalian datang supaya ceritain tuntas masalah Roni."
Wajah Mela kelihatan sedikit tegang. Begitu juga Wina.
"Tapi kenapa sih kalian gak mau cerita di telpon aja? Kan udah bisa 3G, bowww?", Rayu setengah bercanda, berusaha mencairkan kekakuan yang tiba-tiba muncul.
Tian menyikut Yuri.
"Ennng...yaa...gak seru aja bow,kalo di telpon. Kalo di sini kan sekalian jali-jali, siapa tau lu juga bis kota dapet berondong keju...", jawab Yuri mencoba santai.
"Ok deh".
Suasana tiba-tiba hening kembali. Hanya terdengar suara obrolan berbisik sepasang kekasih di meja sebelah.
Pak. Tian menginjak kaki Yuri.
"Heh..binan..binan..binan..."Yuri latah, diikuti Wina yang ikut tertular latah di sebelahnya.
Rayu tersenyum. "Apaan sih, pake lama-lama gitu ceritanya. Gue udah siap kok, untuk yang paling buruk. "
Yuri berbicara pelan, "Yu, Rinonino binancini.."
"Hah??? Jangan pake bahasa lu dong...Gue ga ngerti. Pake bahasa biasa ajalah. Gue udah siap kok, kalau memang dia punya cewek lain..." Rayu menjawab bertubi-tubi. Ia semakin tidak sabar.
Wina angkat bicara, "Justru itu...bukan perempuan,Yu. Tapi lak-laki..."
"Maksud lu??"
"Hemaviton, Yu. Roni itu gay."
Sekeliling Rayu tiba-tiba seperti menguning. Wajah teman-temannya terlihat sedikit miring, rege-rege.
"Orang tua Roni tidak menerima keadaan itu, makanya Roni berusaha mencari pacar...perempuan. Tapi dia tidak bisa membohongi dirinya. Gue dan Yuri melihat dia di Cafe Hema Malini berpelukan dengan Tomy, bekas pacar Randy. Randy sendiri terpukul karena Tomy memilih Rony."
Rayu merasa dirinya terbanting keras, lebih dari saat bungee jumping di Bali dua bulan lalu. Suara Wina terdengar samar....makin lama makin tak terdengar, digantikan suara Adi waktu mereka putus dulu, "Kenapa kamu pilih dia, Yu? Kenapa kamu cari-cari yang tidak ada?".....
TAMAT
"Sebuah cerber untuk teman-teman yang lebih memilih sesama jenis dan jujur terhadap pilihannya."
Kamus bahasa gay:
akika = aku
mawar = mau
betharia = pup
gilingan = gila
jali-jali = jalan-jalan
bis kota = bisa, dapet
berondong = cowok masih muda
keju = cakep
binan = banci
hemaviton = homo, gay
rinonino binancino = roni banci (ada rumusnya dimana setiap suku kaya di selang "in")
Kamus bahasa sunda:
rege-rege = hehe saya ga tahu bahasa indo-nya apa... ;)
Wednesday, May 09, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




2 comments:
hehehe....nice story......
aduuh mbak...ogah ah, saya pilih pria aja
huahahaha
mending dangdutan mbak daripada pusing mikir gebetan
Post a Comment