Pssar Seni ITB 2006, yang digelar 5 tahun sekali udah lama masuk ke jadwal acara kami. Jadi pada hari H berangkatlah kami dengan gagahnya ke Dago (cuma digelar satu hari sajah!). Dari pengalaman dan temanya yaitu "Tumplektubleugh" kami memilih naik motor dan parkir di Borromeus. Pilihan yang tepat, karena jam 11 siang itu, Dago udah macet total. Bahkan jalan2 kecil di seputaran Toko You-Raden-Patah-Teuku Angkasa udah pada macet pula. Parkir motor R.S Borromeus juga ikut marema, karena banyak pengunjung Pasar Seni ITB yang rupanya memiliki pikiran sama dengan kami.
Memasuki area Pasar Seni ITB (yang kali ini semua digelar di dalam Kampus, tidak lagi di sepanjang Jalan Ganesa dan sekitarnya), kami harus diperiksa (baca: security check). Hmmmm, maksudnya apa ya? Maklum, yang periksa ga pake alat sensor dan antrian pengunjung juga panjang sehingga petugas keamanan kayaknya cuma periksa basa basi tuh.
Anyway, kami senang sekali karena di pintu masuk ini ada pick-up point peta Pasar Seni ITB 2005 (sitemap)yang DIJUAL dengan harga 5000 rupiah. Kami pikir ini pasti sangat membantu keterbatasan waktu kami untuk browsing arena pasar seni yang besar dan dijubeli oleh begitu banyak anak muda, kakek, nenek,tante, adek bayi, anak SD, dan lain sebagainya. Hehehe ternyata kami cuma bisa nyengir kuda karena entah karena gambar2nya terlalu kecil atau entah kami berdua begitu bodo atau apalah sebabnya...peta ini ternyata tidak terlalu membantu. Tetap saja, kami gagal mendapatkan lokasi booth2 khusus seperti booth-nya Sunaryo, Pirous, dan Kartika Affandi. O, ya....salah satu booth artis yang saya suka adalah Booth Tapestry Biranul Anas Zaman dan Booth-nya Runi Palar.

Hal yang paling saya kangenin dari Pasar Seni ITB adalah happening art dan hal2 nyeleneh yang dipajang di lokasi (sebegai elemen estetis gitu? atau diindah-indah?atau mungkin maksudnya mah diseni-senikeun? saya ga tau pasti tapi yang pasti selalu menghibur). Seperti puluhan atau mungkin ratusan papan kertas yang ditancapkan di seputaran rumput di dekat booth2 khusus. Benar2 menggelitik!
Selain itu juga ada happening art anak2 IKJ yang segar dan kritis. Sayangnya, microphone-nya ga balance, jadi artikulasi mereka menjadi kurang jelas sehingga makna happening art tersebut kurang dapat dipahami. Tapi teuteup...menyita perhatian pengunjung pasar seni. Memang nyeleneh dan beda...
Satu lagi yang menarik, komik2 yang digambar sebesar baligo di seputaran pintu masuk. Satu komik yang jadi favorit saya bercerita kurang lebih seperti ini:
*Setting pemilihan miss-miss-an aatau putri2an*
Pembawa acara: "Siapa tokoh idola Anda"
Kandidat Putri: "Pangeran Diponegoro" --->Tepu pisaaaannnn
Pembawa acara: "Wah Anda nasionalis sekali ya.... Kalau begitu kapan beliau wafat?"
Kandidat Putri: "Maaf saya tidak tahu...;(" --->Kumaha siyyy ceunah idola bari ga tau iraha wafatna. Bullshit pisan.
Pembawa acara: "Oh.....Baiklah kalau begitu. Pangeran Diponegoro wafat pada 1830"
Kandidat Putri: "1830? Jadi baru maghrib tadi? Kalau gitu saya ngelayat dulu aaahhh..." ---> DUNG PLANG!
Sayangnya saat saya siap2 mengambil foto baligo komik ini, siuuuuuttttt...baligonya jatuh ditiup angin ;p
Dalam pasar seni kali ini juga digelar macam2 wahana. Antara lain komik jepret dan Leuwih Gadjah (Wahana ini berusaha menyampaikan pesan lingkungan melalui pengolahan material bekas menjadi suatu produk baru yang dapat digunakan. Recycle, Re-use, Redesign). Di sini juga ada counter tuker sampah. Seperti saya misalnya, yang menukarkan dua botol bekas air mineral, saya mendapatkan sebuah mainan anak yang diolah dari sampah. Walaupun mainan ini sangat sederhana, tapi ternyata banyak juga loh yang minta buat nukerin sampah2nya ke sini.
Mengenai panggung, ada 3 panggung : panggung utama, panggung tradisional, dan panggung siangnite. Saat saya di sana saya sempat menyaksikan keroncong merah putih lagi tampil, sedangkan di panggung utama kayaknya (dari jadwal) The changcuter sebentar lagi bakal maen. Sebernya siyy maksud hati masih pengen lama di sini, nonton eta ieu,browsing ke sana ke mari. Tapi udah leklok banget. Lagian Sha di tinggal di rumah. Jadi kami akhirnya bertekad mengakhiri kunjungan kali ini.
Insya Allah, ketemu lagi lima tahun lagi....




1 comment:
hahaha, eta baligo komik lucu pisannya:P
Post a Comment