

Menara KL
Dari kamar kami di hotel, kami mendapatkan view Menara KL. Saya dan Feming senang sekali memandanginya di saat malam. Karena kalau malam, menara komunikasi tertinggi ke-4 di dunia ini terlihat lebih cantik. Terutama lampu2 dari bagian bundar yang terletak di puncaknya.
Menara KL merupakan salah satu landmark Malaysia. Menara ini tingginya 421 meter dan selesai dibangun pada tahun 1995-1996. Dari observation deck, kita dapat menikmati view KL. Saat itu, saya dan Feming, sengaja memilih waktu malam hari untuk ke menara ini karena ingin menikmati city light. Walaupun badan cape banget karena baru saja kembali dari Malaka (lengkap dengan minyak2 di wajah :p) kami datang dengan penuh semangat. Cayoooooo.....
Dari pintu gerbang, kami menggunakan shuttle bus menuju menara. Kalo ga, pasti gempor, karena jalan ke atas ini cukup menanjak tajam dan berkelok2.
Memasuki lobby level, makin jelas bagi kami bahwa menara ini merefleksikan arsitektural Islam yang cukup kental. Saat masuk (setelah menunjukkan tiket dan sebelum naik ke lift) di langit2 kami menemukan muqarnas (ini merupakan kerajinan dari kaca. kalo saya ga salah ini merupakan kerajinan khas dari timur tengah), yang merefleksikan berlian besar yang menggambarkan 7 lapisan (layer) langit.
Di observation deck ini kami dapat menggunakan teropong dan audio tour secara cuma2 *asa diulangtaunkeun nemu nu haratis mah hehe* Dari sini kami berdua menemukan hotel tempat kami menginap, Hentian Puduraya, Menara Petronas dan banyak tempat lainnya.
Di puncak Menara KL ada Seri Angkasa Revolving Restaurant. Sayang sekali kami berdua tidak bisa makan malam di sana. Karena untuk masuk, kami harus mengenakan sepatu dan berpakain sopan (hehehe aye mah turis...pake sendal jepit dan kaos oblong ;p)



Menara Petronas dan KLCC
Malaysia kayaknya gemar banget bikin rekor. Saya ga tau pasti kenapa. Dugaan saya siy mungkin untuk memberi "jalan" kepada promosi negara ini ke publik. Coba aja lihat setelah Menara Petronas tidak lagi menjadi menara tertinggi di dunia (kalah oleh Taipei 101), mereka sekarang mengklaim dari sudut yang lain yaitu bahwa menara ini menara kembar tertinggi dunia. Kalau di kemudian hari ada menara lain yang lebih tinggi, mungkinkah mereka akan mengklaim menara ini sebagai menara berarsitektur islam tertinggi di dunia? :p... hmmm retoris ajah!
Menara Petronas tingginya 452m. Menara satu merupakan kantor pusat Petronas, sedangkan menara dua disewakan kepada banyak perusahaan seperti Microsoft, IBM, dan Bloomberg. Lantai gedungnya merupakan segi delapan yang merefleksikan seni Islam. Saya lupa pastinya berapa lantai yang ada di menara ini, yang pasti jembatan langit /skybridge (menghubungkan kedua menara) ada di lantai 41 dan 42. Pengunjung dapat naik ke jembatan ini secara cuma2 asalkan rela mengantri. Selama antri, kita dapat menikmati berbagai alat peraga yang berhubungan dengan teknis menara ini. Misalnya ada kurungan faraday (ini menjelaskan bagaimana metode kumparan faraday di atas menara ini dapat mencegah menara dari sambaran listrik). Huh...asa kembali ke kelas fisika zaman sma (ehemmmm inget Pak BE, guru fisika yang cute :p).
Di bagian bawah menara, terdapat KLCC, pusat perbelanjaan yang cukup bergengsi di KL. Dalamnya sih, menurut saya, gak jauh beda ama Plaza Indonesia. Begitu juga dengan brand2 yang ada (kecuali ISETAN--departmen store asal jepang ini merupakan major tenant KLCC). Yang paling menarik cuma sale Vincci yang memang sedang berjalan di KLCC dan berbagai mall di KL saat itu. Haussss....haus...... :)
Di luar KLCC, terdapat taman, trek jogging, kolam air mancur dengan lansekap yang menarik saat dilihat dari skybridge.
Selain KLCC, di bagian bawah menara terdapat Dewan Filharmonik Orkestra Petronas dan Science Centre.
Note: Kami berdua tidak terlalu puas dengan hasil kunjungan kami ke Menara Petronas. Menurut kami, view dari Menara KL lebih indah..apalagi kalo sempat trekking di taman sekitar menara.




No comments:
Post a Comment